1 | Praktekan seni damai

1| Kita tidak membutuhkan bangunan-bangunan, uang, kekuasaan, atau status untuk mempraktekkan Seni Damai. Langit, berada dimana kamu berdiri, dan itulah tempatnya untuk berlatih.


58 | Cinta Sejati


27 | Kebijakan Sejati


Fudo Myo-o

Salah satu karya Musashi yang paling menakjubkan diciptakan ketika ia kembali memegang pisau. Karya itu sebuah patung Kayu yang menampilkan dewa Fudo Myo-o yang berarti "Raja Terang yang Bergeming, yang selalu siap untuk menumbangkan musuh-musuh Buddha [bergeming : tidak bergerak sedikitpun]. Patung kecil ini menampilkan Fudo Myo-o dengan kedua kaki tertancap kuat di tanah, memegang sebilah pedang tunggal yang diacungkan tegak di sisi kanannya. Dengan mata menyala, mulut terkatup rapat, dan kening mengernyit tanda ketetapan hati, ia mengejewantahkan suatu ketegasan yang intens dan energi penuh kemarahan yang mencegangkan. Seakan-akan ingin menegaskan sifat-sifat tadi, bagian belakang dan sampingnya dikitari oleh nyala api. Komentator Jepang menggambarkan patung itu memiliki kankei, atau 'kekuatan meskipun bertubuh kecil', yang lebih jauh lagi bisa didefinisikan sebagai kekuatan yang terkandung dalam kesahajaan. Catatan Misterius tentang kebijaksanaan yang bergeming [ditulis oleh Takuan] : 'sekalipun kebijaksanaan disebut bergeming, ini tidak mengisyaratkan suatu benda yang mati, seperti kayu atau batu. Kebijaksanaan bergerak sebagaimana pikiran bergerak : maju atau mundur, ke kiri, ke kanan, di 10 arah dan ke 8 titik ; dan pikiran ; dan pikiran yang tidak pernah berhenti sama sekali disebut kebijaksanaan yang bergeming. Fudo Myo-o mencengkram pedang dengan tangan kanannya dan memegang seutas tali di tangan kirinya. Giginya menyeringai telanjang dan matanya berkilat-kilat dengan kemarahan. Sosoknya berdiri tegak, siap mengalahkan roh-roh jahat yang akan merintangi hukum Buddha. Yang disebut Fudo Myo-o konon adalah pikiran yang bergeming dan tubuh yang tak bergerak. Tak bergerak artinya tidak tertahan oleh apapun juga. Menatap sesuatu dan tidak menghentikan pikiran disebut bergeming. Jika 10 orang, masing-masing dengan sebilah pedang, mendatangimu sambil mengacung-acungkan senjata, jika kau menangkis setiap pedang tanpa menghentikan pikiran pada setiap tindakan, dan menghampiri musuhmu dari yang satu ke yang berikutnya, maka sempurnalah tindakan yang akan kaulakukan terhadap masing-masing dari 10 orang itu. Ada sejumlah sutra yang dipersembahkan pada Fudo Myo-o, yang memberikan berbagai uraian mengenainya. Ia paling sering dideskripsikan memiliki tubuh berwarna hitam-biru, dan digambarkan dalam keadaan berdiri atau duduk diatas kursi intan dan dikitari nyala api pemurnian Kali-Yuga. Tangan kanannya memegang Pedang Kebijaksanaan yang tajam dikedua sisi [sering ada seekor naga yang melilit mata pedang itu] yang dipakai untuk menebas kebodohan kita. Tangan kirinya memegang tali untuk mengikat nafsu-nafsu kita, dan dengan cara itulah ia mengalahkan musuh-musuh Buddha - kebodohan, keserakahan dan kebencian. Kening Fudo berlipat-lipat. Mata kirinya sering kali memicing tajam. Bibir atasnya yang terangkat memperlihatkan sebuah taring yang mencuat ke bawah sementara sebuah taring lain mencuat keatas dari balik bibir bawahnya. Di bahu kirinya tampak untaian rambutnya. Gelar Fudo dalam bahasa Sansekerta adalah Vidyaraja, dan kata Vidya mempunyai akar kata yang berarti 'kebijaksanaan' atau 'pengetahuan'. Terjemahan dalam bahasa Sino-Jepang, ming 明 yang berarti 'terang' atau 'jernih', menganotasikan baik kebijaksanaan maupun pengetahuan. Baik kata Sansekerta maupun Sino-Jepang itu mengisyaratkan bahwa pengetahuan bersifat supernatural.
Saduran Hlm. 147.

5 Prinsip Aikido

1\ Aikido adalah jalan agung yang melintasi alam semesta dan wilayah-wilayahnya. Aikido mencakup dan menyelaraskan segala hal.
2\ Aikido berfungsi sesuai dengan kebenaran yang diterima dari langit.
3\ Aikido adalah prinsip menyatukan langit, bumi, dan umat manusia. 
4\ Aikido membiarkan setiap individu mengikuti jalan yang pantas dan sesuai bagi dirinya sendiri, memungkinkan setiap manusia mencapai keselarasan dengan alam semesta. 
5\ Aikido adalah jalan cinta yang maha agung, tanpa batas, sempurna dan takpernah lekang yang mengikat dan menopang alam semesta.

your best teacher is your last mistake


If there is no way, create one


Quiet People Have The Loudest Minds


Stand for what is right even if that means standing alone


To win any battle, you must fight as if you already dead


If you can't do it slow, you can't do it fast


Ayo Belajar Seni Damai

Seni Damai berawal dari dirimu sendiri. Bereskan dirimu dan tugas yang ditunjukkan kepadamu dalam seni sebuah tubuh yang bisa dilatih dengan suatu cara, jalan yang pantas untuk diikuti. Kamu ada disini bukan untuk tujuan lain kecuali untuk mewujudkan kedewaan dalam dirimu dan memanifestasikan pencerahan dalam batinmu. Bantulah mengembangkan damai dalam hidupmu sendiri dan kemudian terapkan Seni ini kepada semua yang kamu jumpai.

1-
Kita tidak membutuhkan bangunan-bangunan, uang, kekuasaan, atau status untuk mempraktekkan Seni Damai. Langit, berada dimana kamu berdiri, dan itulah tempatnya untuk berlatih.
2-

Semua hal, materi dan spiritual, berasal dari satu sumber dan berhubungan seakan anggota dari satu keluarga. Masa lalu, masa kini, dan masa mendatang semua terisi dalam daya hidup. Alam semesta muncul dan berkembang dari sumber waktu, dan kita berevolusi melalui proses penyatuan dan penyelarasan yang optimal.

3-
Beginilah alam semesta terjadi. Tidak ada langit, tidak ada bumi, tidak ada alam semesta - hanya ruang kosong. Dalam kekosongan yang sangat luas ini, sebuah titik tunggal memanifestasikan diri. Mulai dari titik itu, uap, asap, dan kabut membumbung ke luar dalam keadaan yang berbinar dan suara keramat SU dilahirkan. Sementara SU keluar dengan melingkar ke atas dan ke bawah, kiri dan kanan, alam dan nafas mulai, jernih dan tidak tercemar. Nafas mengembangkan hidup, dan suara muncul. SU adalah Kata yang disebut dalam banyak agama di dunia.

4-
Semua suara dan vibrasi keluar dari Kata itu.
Suaramu adalah senjata sangat dahsyat.
Apabila kamu selaras dengan nafas kosmit langit dan bumi, suaramu mengeluarkan bunyi-bunyi yang benar.
Satukan tubuh, pikiranmu dan tutur kata, dan teknik-teknik sesungguhnya akan muncul

5-

Seni Damai keluar dari Bentuk Dewata dan Hati Dewata dari eksistensi ;
Seni itu mencerminkan sifat yang benar, baik, indah dan mutlak dari penciptaan dan inti dari rancangan agungnya yang tertinggi.
Tujuan Seni Damai adalah membuat umat manusia yang takzim ; seorang manusia yang takzim adalah dia yang punya raga dan semangat yang menyatu, dia yang bebas dari keragu-raguan, dan yang mengerti kuasa kata-kata.

6-

Langit, bumi, umat manusia, Bersatu dalam Jalan keselarasan dan sukacita,Mengikuti Seni Damai,Melintasi lautan dan samudra luas,Dan Terus ke puncak-puncak yang paling tinggi

7-
Jika di dalam dirimu ada kehidupan, kamu punya akses ke rahasia-rahasia zaman, karena kebenaran semesta alam berada di dalam masing-masing dan tiap umat manusia.

8-


Seni damai adalah obat bagi dunia yang sakit. Kita ingin menyembuhkan dunia dari penyakit kekerasan, ketidakpuasan, dan pertentangan - inilah jalan keselarasan. Ada kejahatan dan ketidaktentraman dalam dunia karena orang sudah lupa bahwa segala sesuatu keluar dari satu sumber. Kembalilah ke asal dan tinggalkan dibelakangmu semua pikiran picik yang hanya berada seputar diri sendiri, hasrat-hasrat picik, dan kemarahan.Mereka yang tidak dimiliki apa-apa memiliki segala sesuatu.

9-
Mempraktekkan Seni Damai adalah sebuah tindakan iman, suatu keyakinan dalam kekuatan tertinggi dari tindakan tanpa kekerasan. Inilah iman kepada daya pemurnian dan iman kepada kekuatan hidup itu sendiri. Ini bukan semacam disiplin yang kaku atau asketisisme yang kosong. Inilah jalan yang mengikuti prinsip-prinsip alami, prinsip-prinsip yang harus diterapkan kepada kehidupan sehari-hari. Seni damai harus dipraktekkan dari saat kamu bangun untuk menyongsong pagi hari sampai saat kamu istirahat pada malam hari.

10-
mempraktekkan seni damai memungkinkan kamu berdiri lebih tinggi dari segala pujian atau kutukan, dan membebaskan kamu dari keterikatan kepada ini dan itu

11-
Prinsip-prinsip batin memberimu hubungan dengan hal-hal dan keadaan ; Seni Damai adalah sebuah metode mengungkapkan prinsip-prinsip itu.

12-
Suatu perpaduan yang baik adalah 70 % iman dan 30% ilmu pengetahuan Iman dalam Seni Damai akan memungkinkan kamu mengerti keruwetan ilmu pengetahuan modern.

13-
Pertentangan diantara ilmu pengetahuan material dan spiritual menciptakan kelelahan fisik dan mental, tetapi apabila zat dan semangat diselaraskan, semua tekanan dan kelelahan sirna.

14-
Gunakan tubuhmu untuk menciptakan bentuk-bentuk; gunakan semangatmu untuk melebihi bentuk-bentuk; persatukan tubuh dan semangat untuk mengaktifkan Seni Damai

15-
Jika kamu tidak
Menghubungkan dirimu sendiri
Kepada kekosongan sejati,
Kamu tidak akan pernah mengerti
Seni Damai

16-
Seni Damai berfungsi dimanapun di bumi, di wilayah-wilayah yang terentang mulai dari luasnya ruang angkasa turun ke tanaman dan binatang paling kecil. Daya hidup menembus apa saja dan kekuatannya tidak mengenal batas. Seni Damai memungkinkan kita menyadari dan menyadap ke dalam persediaan energi universal yang luar biasa besarnya.
17-Delapan kekuatan menopang penciptaan;Gerakan dan kediaman,Kepadatan dan kelenturan,perluasan dan penyempitan, Penyatuan dan perpecahan.
18-
Hidup adalah bertumbuh. Jika kita berhenti bertumbuh, secara teknis dan spiritual, kita sama saja dengan mati. Seni Damai adalah merayakan penyatuan langit, bumi, dan umat manusia. Seni Damai adalah semua yang benar, baik, dan indah.

19-
Segala sesuatu diikat menjadi satu secara harmonis ; inilah hukum sesungguhnya dari gravitasi yang menjaga agar alam semesta utuh.

20-
Sesekali, kamu harus menyendiri diantara pegunungan yang tinggi dan lembah-lembah yang tersembunyi untuk memulihkan hubunganmu dengan sumber kehidupan. Duduklah dengan nyaman dan mula-mula renungkan adanya wilayah eksistensinya. Wilayah ini berkaitan dengan segala sesuatu yang lahiriah, bentuk fisik dari segala sesuatu. Kemudian isi ragamu dengan Ki dan rasakan cara bagaimana alam semesta berfungsi - bentuknya, warnanya, dan getaran-getarannya. Tarik nafas dan biarkan dirimu membumbung tinggi ke ujung-ujung alam semesta ; keluarkan nafas dan bawa kosmos masuk kembali ke dalam. Kemudian, nafaskan semua yang hidup dan bergetar dari bumi. Akhirnya, padukan nafas langit dan nafas bumi dengan nafas tubuhmu sendiri, dengan demikian menjadi nafas kehidupan itu sendiri. Sementara kamu menjadi tenang, secara alami biarkan dirimu menetap dalam hati segala sesuatu. Temukan pusatmu, dan isilah dirimu dengan cahaya dan kehangatan.
21-
Semua prinsip langit dan bumi hidup di dalam dirimu. Kehidupan itu sendiri adalah kebenaran, dan ini tidak akan pernah berubah. Segala sesuatu di langit dan bumi bernafas. Nafas adalah benang yang mengikat alam semesta menjadi satu. Apabila keanekaragaman yang tak terhitung banyaknya itu di dalam nafas universal bisa dirasakan, maka teknik-teknik individu dari Seni Damai dilahirkan.
22-Nafasmu adalah penghubung yang benar ke alam semesta. Nafas yang mengepul naik berputar-putar ke kanan ; nafas yang turun berputar-putar ke kiri. Interaksi ini adalah penyatuan api dan air. Inilah suara kosmis yang berbunyi A dan UN, OM, Alpha dan Omega.

23-
Pertimbangkan turun naiknya air pasang, apabila gelombang datang memukul pantai, mereka meninggi dan jatuh, menciptakan suatu bunyi. Nafasmu harus mengikuti pola yang sama, menyerap seantero alam semesta dalam perutmu dengan setiap helaan nafas. Ketahui bahwa kita semua punya akses ke empat harta karun : energi matahari dan bulan, nafas langit, nafas bumi, dan naik turunnya air pasang.
24-
Mereka yang mempraktekkan seni damai harus melindungi wilayah Benda Alam, pencerminan dewata dari penciptaan, dan menjaga agar ia tetap indah dan segar. Berjuang melahirkan keindahan alami. Teknik-teknik halus seorang pejuang timbul sasma alaminya seperti munculnya musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Berjuang bukan lain daripada vitalitas yang menopang semua kehidupan.

25-
Kehidupan adalah pemberian dewata. Yang dewata ini bukanlah sesuatu diluar diri kita ; adanya di pusat diri kita ; inilah kebebasan. Dalam pelajaran kita, kita belajar sifat sesungguhnya dari hidup dan mati. Apabila kehidupan ini penuh kemenangan, maka ada kelahiran ; apabila kehidupan menderita kekalahan, maka ada kematian. Seorang pejuang selalu terlibat dalam perjuangan hidup mati demi kedamaian.

26-
Renungkan bekerjanya dunia ini, dengarkan kata-kata orang bijak, dan ambil semua yang baik sebagai milikmu sendiri. Dengan ini sebagai dasar, buka pintu Anda sendiri menuju kebenaran. Jangan lewatkan dan mengabaikan kebenaran yang ada tepat didepanmu.

27-
Kebijakan sejati datang dari pendidikan intelektual, pendidikan fisik, pendidikan etis, dan pendidikan ki

28-
Alam semesta adalah guru terbesar kita, teman terbesar kita. Alam semesta selalu mengajarkan kita seni damai. Pelajari bagaimana air mengalir di sebuah batang di dasar lembah, mulus dan bebas diantara batu-batu. Segala sesuatu - pegunungan, sungai-sungai, tanaman-tanaman, dan pohon-pohon - harus menjadi gurumu. Kebajikan dunia ini terisi dalam buku-buku, dan dengan mempelajari kata-kata orang bijak, tak terhitung banyaknya teknik bisa diciptakan. Pelajari dan praktekkan, dan kemudian renungkan kemajuanmu. Seni Damai adalah seni belajar secara mendalam, seni mengenal diri sendiri.

29-
Ciptakan setiap hari yang baru dengan membungkus dirimu dengan langit dan bumi, membasuh dirimu dengan kebijakan dan cinta, dan menempatkan dirimu dalam hari Bunda Alam dan pikiranmu akan bersukacita, tekanan dan sakit hati akan menghilang, dan kamu akan diisi dengan syukur.

30-
Jangan gagal
untuk belajar dari
suara murni sebuah
sungai di pegunungan yang selalu mengalir
memercik membasahi batu-batu

31-
Seni damai berasal dari mengalirnya segala sesuatu - hatinya adalah seperti gerakan angin dan gelombang. Jalan adalah seperti vena yang menyirkulasikan darah melalui tubuh kita, mengikuti aliran alami dari daya kehidupan. Jika kamu terpisah sedikitpun dari inti dewata itu, kamu menyimpang jauh dari jalan.

32-
Seni damai memiliki semua kebijakan dan kearifan dan semua kuasa, dan seni damai melahirkan keindahan alami. Perubahan-perubahan yang halus diantara keempat musim, musim panas, musim gugur dan musim dingin melahirkan teknik-teknik berbeda. Seni damai berusaha menciptakan keindahan yang tertinggi, suatu keelokan yang muncul dari dalam keempat sudut dan ke delapan penjuru dunia.

33-
Hatimu penuh dengan benih-benih subur, menunggu untuk bertunas. Seperti sekuntum teratai muncul dari dalam lumpur dan berkembang dengan cantiknya, interaksi nafas kosmis menyebabkan bunga roh mekar dan berbuah dalam dunia ini.

34-
Setiap pohon yang kokoh yang menjulang tinggi diatas umat manusia eksis karena intinya berakar sangat dalam

35-
Pelajari ajaran-ajaran pohon cemara, pohon bambu, dan kuntum prem. Pohon cemara selalu hijau, berakar kokoh, dan anggun. Pohon bambu kuat, lentur, dan tidak bisa patah. Kuntum prem awet, wangi, dan elegan.

36-
Jagalah selalu agar pikiranmu terang dan jernih seperti langit yang luas, puncak yang paling tinggi, dan samudera yang paling dalam, kosong dari semua pikiran yang membatasi.

37-
Dalam seni damai kamu harus mampu membiarkan dirimu membumbung tinggi seperti seekor burung dan berkecimpung ria seperti seekor paus.

38-
Jangan lupa memberi hormat kepada keempat penjuru setiap hari. Dunia kita yang menakjubkan ini adalah sebuah ciptaan dewata dan untuk pemberian itu kita harus selalu bersyukur. Rasa syukur itu bisa diutarakan melalui semacam doa. Doa yang sejati tidak punya bentuk yang tetap. Persembahkan saja rasa syukurmu yang kaurasakan dalam lubuk hatimu dengan cara yang kamu rasa layak, dan kau akan menerima pahala yang berkecukupan.

39-
Jagalah selalu agar ragamu sarat dengan cahaya dan kehangatan. Isilah dirimu dengan kuasa kearifan dan pencerahan.

40-
Segera setelah kamu merepotkan dirimu sendiri dengan yang "baik" dan "jahat" dari sesamamu, kamu menciptakan sebuah lubang dalam hatimu untuk jalan masuk keculasan. Menguji, bersaing dengan, dan mengecam orang lain melemahkan dan mengalahkan dirimu.

41-
Kemilau pedang yang menembus
Dihunus oleh para pengikut jalan
Memukul musuh yang jahat
Jiwa dan raga mereka sendiri.

42-
Dalam seni damai, irisan tunggal sebuah pedang menghadirkan kuasa ajaib alam semesta. Pedang satu itu menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan ; pedang itu menyerap alam semesta. Waktu dan ruang menghilang. Seluruh penciptaan, dari masa lalu yang telah lama berlalu sampai ke saat kini, hidup dalam pedang ini. Semua eksistensi manusia hidup subur disini dalam pedang ini yang kau pegang dalam kedua tanganmu sendiri. Kamu sekarang siap menghadapi apa saja yang mungkin akan timbul.

43-
Kehidupan ada di dalam kematian, kematian ada di dalam kehidupan ; kamu harus eksis disini, sekarang ini!.

44-
Keindahan yang membuat kita gembira melihat pegunungan, sungai-sungai, rerumputan, pohon-pohon, binatang-bintang, ikan dan serangga adalah suatu pengungkapan dari seni damai.

45-
Seni damai tidaklah mudah. Inilah pertempuran sampai akhir, pembantaian hasrat-hasrat jahat dan semua kepalsuan di dalam batin. Sesekali suara damai menggelegar bagaikan guntur, mengentakkan umat manusia menuju ke alam sadar mereka.

46-
Bening bagaikan kristal,
Jernih dan terang,
Pedang keramat
Tidak membiarkan peluang
Untuk kejahatan bersarang.

47-
Supaya layak mempraktekkan seni damai, kamu harus :

  • Tenangkan roh dan kembali ke asal
  • Bersihkan raga dan roh dengan membuang semua keculasan, mementingkan diri sendiri, dan hasrat birahi.
  • Selalu bersyukur untuk pemberian-pemberian yang kamu terima dari alam semesta, keluargamu, Bunda Alam, dan sesamamu manusia.
48-
Seni damai berdasarkan Keempat Kebajikan Agung : Keberanian, Kebajikan, Cinta, dan Persahabatan, dilambangkan oleh Api, Langit, Bumi, dan Air.

49-
Inti dari seni damai adalah membersihkan dirimu dari keculasan, menyelaraskan dirimu dengan lingkunganmu, dan membersihkan jalanmu dari segala rintangan dan halangan.

50-
Satu-satunya dosa yang sejati adalah sama sekali tidak tahu mengenai prinsip-prinsip eksistensi yang universal dan tidak mengenal waktu. Ketidaktahuan seperti itu adalah akar dari segala kejahatan dan semua perilaku yang salah kaprah. Hapus, hilangkan ketidaktahuanmu melalui seni damai, dan bahkan neraka akan dikosongkan dari jiwa-jiwa yang tersikssa.

51-
Penyembuhan satu-satunya untuk materialisme adalah membersihkan keenam indra [mata, telinga, hidung, lidah, raga dan pikiran]. Jika indra tersumbat, persepsi seseorang dicekik. Semakin tercekik, semakin tercemar dan itulah kejahatan paling besar dari semua. Poles hati, bebaskan keenam indra dan biarkan mereka berfungsi tanpa dirintangi, dan seantero ragamu dan jiwamu akan bersinar.

52-
Untuk memurnikan dirimu sendiri kamu harus membasuh bersih semua kotoran-kotoran lahiriah, membuang semua rintangan dari jalanmu, memisahkan dirimu sendiri dari keadaan tidak teratur, dan berpantang memikirkan pikiran-pikiran yang negatif. Ini akan menciptakan keadaan diri yang berseri-seri. Pembersihan sedemikian rupa memungkinkan anda kembali seperti semula, dimana semua segar, terang, dan tenang, dan kamu akan melihat sekali lagi keindahan dunia ini yang gemerlap.

53-
Seluruh kehidupan adalah manifestasi roh, manifestasi cinta. Dan seni damai adalah bentuk paling murni dari prinsip tersebut. Seorang pejuang berkewajiban menghentikan semua pertikaian dan pertempuran. Cinta universal berfungsi dalam banyak bentuk, masing-masing manifestasi harus dibiarkan berekspresi dengan bebas. Seni damai adalah demokrasi sejati.

54-
Setiap dan masing-masing empu, tak perduli era atau tempat, mendengar panggilan dan mencapai keselarasan dengan langit dan bumi. Ada banyak jalan yang menuju ke puncak Gunung Fuji, tetapi tujuannya adalah membawa kita ke tempat-tempat yang tinggi. Tidak perlu bertarung dengan satu sama lain - kita semua adalah saudara - laki-laki maupun perempuan - dan harus berjalan bersama melalui jalan, sambil bergandengan tangan. Jagalah agar kamu tetap berjalan di jalan, dan tidak ada hal lain yang penting. Apabila kamu kehilangan hasratmu untuk hal-hal yang tidak penting, kamu akan bebas.

55-
Jangan pernah takut akan penantang lain, betapapun besarnya ; jangan pernah menganggap hina penantang lain, tak peduli betapapun kecilnya.

56-
Besar tidak selalu mengalahkan kecil. Kecil bisa menjadi besar dengan terus-menerus membangun ; besar bisa menjadi kecil dengan menjadi berantakan

57-
Kesetiaan dan bakti menuju ke keberanian. Keberanian menuntun roh pengorbanan diri. Roh pengorbanan diri menciptakan kepercayaan dalam kuasa cinta.

58-
Cinta seperti sinar mentari, bersinar di kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang, membasuh segala sesuatu dalam cahaya.

59-
Ekonomi adalah dasar masyarakat. Apabila ekonomi mantap, masyarakat berkembang. Ekonomi yang ideal mengombinasikan yang spiritual dan yang material, dan komoditas terbaik untuk dijual adalah ketakziman dan cinta.

60-
Seni Damai tidak bergantung pada senjata atau kekuatan yang kasar untuk berhasil, sebaliknya, kita menyelaraskan diri dengan alam semesta, memelihara kedamaian di wilayah kita sendiri, memelihara kehidupan, dan mencegah kematian serta kehancuran. Arti sesungguhnya dari ungkapan samurai adalah dia yang melayani dan patuh pada kuasa cinta.

61-
Bantu mengembangkan dan poles
Roh pejuang
Sementara melayani dunia ;
Terangi jalan
Menurut cahaya batinmu

62-
Jalan damai sangatlah luas, mencerminkan rancangan besar dari dunia-dunia yang tersembunyi dan nyata. Seorang pejuang adalah tempat pemujaan hidup dari dewata, orang yang melayani tujuan agung itu.

63-
Pikiranmu harus selaras dengan berfungsinya alam semesta ; ragamu harus selaras dengan gerakan alam semesta ; raga dan pikiran harus terikat bagaikan satu, bersatu dengan kegiatan alam semesta.

64-
Meskipun jalan kita sama sekali berbeda dari ilmu pejuang masa lalu, tidaklah perlu meninggalkan cara-cara lama. Serap tradisi-tradisi yang perlu dihargai ke dalam ilmu yang baru ini dengan membungkus mereka dengan gaun baru, dan bangun di atas gaya klasik untuk menciptakan bentuk-bentuk yang lebih indah.

65-
Pelatihan sehari-hari dalam Seni Damai memungkinkan rohani batinmu bersinar lebih terang dan semakin terang. Jangan merepotkan dirimu dengan yang benar dan salah orang lain, jangan menghitung atau bertindak tidak wajar. Jaga agar pikiranmu tetap terfokus pada Seni Damai, dan jangan mengecam guru-guru atau tradisi-tradisi lain. Seni Damai tidak pernah menahan atau membelenggu apapun. Seni Damai merangkul dan memurnikan segala sesuatu.

66-
Berlatihlah keras, alami cahaya dan kehangatan Seni Damai, dan jadilah seseorang yang benar. Berlatih lebih banyak lagi, dan pelajari prinsip-prinsip alam. Seni Damai akan didirikan dimana-mana, tetapi akan mempunyai ungkapan yang berbeda di tiap tempat ia berakar. Secara berlanjut sesuaikan dirimu dengan ajaran-ajaran dan menciptakan lingkungan indah.

67-
Dalam pelatihan yang baik, kita menimbulkan cahaya [kebijakan] dan kehangatan [welas-asih]. Kedua unsur ini mengaktifkan langit dan bumi, matahari dan bulan ; mereka adalah manifestasi-manifestasi yang halus dari air dan api. Satukan wilayah material dan spiritual, dan itu akan memungkinkanmu menjadi benar-benar berani, bijak, penuh cinta, dan turut terlibat.

68-
Praktekkan Seni Damai dengan takzim, dan pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan jahat dengan sendirinya menghilang. Hasrat satu-satunya yang harus tersisa adalah dahaga akan pelatihan yang semakin banyak dan semakin banyak dalam jalan.

69-
Mereka yang memperoleh pencerahan tidak pernah berhenti menempa diri mereka sendiri. Perwujudan empu-empu demikian tidak bisa dinyatakan dengan baik dalam kata-kata atau oleh berbagai teori. Tindakan-tindakan paling sempurna mengumandangkan pola-pola yang ditemukan dalam alam.
70-
Hari demi hari
Latih hatimu habis-habisan,
Haluskan teknikmu :
Gunakan Dia untuk menghajar Banyak!
Itulah disiplin dari seorang Pejuang

71-
Hadapi seorang musuh tunggal seakan kamu menghadapi sepuluh ribu musuh ; hadapi sepuluh ribu musuh sebagai musuh tunggal .

72-
Jalan seorang Pejuang
Tidak bisa dicakup
Dengan kata-kata atau huruf-huruf :
Mengerti intinya
Dan lanjutkan menuju perwujudan!

73-
Tujuan pelatihan adalah mengencangkan yang longgar, menguatkan raga, dan memoles roh.

74-
Besi penuh dengan unsur-unsur tidak murni yang melemahkannya ; melalui penempaan, besi menjadi baja dan diubah menjadi pedang yang sangat tajam. Manusia berkembang dengan cara yang sama.

75-
Semenjak zaman purba,
Pendidikan mendalam dan keberanian
Merupakan dua tiang Jalan
Melalui dasar-dasar pelatihan,
Cerahkan raga maupun jiwamu.

76-
Para instruktur memberitahu sebagian kecil dari ajaran. Melalui praktek tanpa lelah dari dirimu maka misteri-misteri Seni Damai dibawa ke permukaan dan menjadi hidup.

77-
Jalan seorang pejuang berdasarkan kemanusiaan, cinta, dan ketakziman ; hati keberanian bela diri adalah keberanian sejati, kearifan, cinta dan persahabatan. Penekanan pada aspek-aspek fisik seorang pejuang sia-sia saja, karena kekuatan raga selalu terbatas.

78-
Seorang pejuang sejati selalu dipersenjatai tiga hak : pedang berkilau perdamaian, cermin keberanian, kearifan, dan persahabatan ; dan permata berharga dari pencerahan.

79-
Hati seorang manusia tidak banyak berbeda dari jiwa langit dan bumi. Dalam praktekmu jagalah agar dalam pikiran-pikiranmu selalu ada interaksi langit dan bumi, air dan api, yin dan yang.

80-
Seni damai adalah prinsip tidak ada pertahanan. Karena seni damai tidak bertahan, maka seni damai menang sejak awal. Mereka dengan tujuan jahat atau pikiran-pikiran untuk bertempur dikalahkan. Seni damai tidak ada tandingannya karena tidak berseteru dengan apapun

81-
Tidak ada adu kekuatan dalam seni damai. Seorang pejuang sejati tidak terkalahkan karena ia tidak mengadu kekuatan dengan apapun. Kekalahan berarti mengalahkan pikiran bertanding yang kita pelihara di dalam diri kita.

82-
Seni damai bukanlah sebuah barang yag dimiliki setiap orang, maupun suatu barang yang bisa kamu berikan kepada orang lain. Kamu harus mengerti seni damai dari dalam batin, dan mengungkapkannya dengan kata-katamu sendiri.

83-
Mencederai seorang lawan adalah mencederai dirimu sendiri. Untuk mengendalikan agresi tanpa menyebabkan cedera adalah seni damai.

84-
Apabila pandangan matamu berpapasan dengan pandangan mata orang lain, sapa dia dengan sebuah senyum dan mereka akan membalas senyumanmu. Inilah salah satu teknik inti dari seni damai

85-
Pejuang yang secara mutlak sudah dibangkitkan bisa dengan mudah menggunakan semua elemen yang ada di langit dan bumi. Pejuang sejati belajar bagaimana dengan tepat melihat dan mencerna kegiatan alam semesta dan bagaimana mengubah teknik-teknik ilmu bela diri menjadi wahana kemurnian, kebaikan dan keindahan. Pikiran dan raga seorang pejuang harus meresap dengan kearifan yang dicerahkan dan ketenangan yang mendalam.

86-
Dalam seni damai, tujuan kita adalah melihat segala sesuatu sekaligus, mencakup seluruh lapangan penglihatan dengan satu lirikan.

87-
Selalu praktekkan seni damai dengan cara yang bersemangat dan gembira.

88-
Penting sekali mengembangkan sebuah strategi yang menggunakan semua kondisi fisik dan unsur-unsur yang langsung tersedia. Strategi terbaik bergantung kepada rangkaian tanggapan yang tiada batas.

89-
Dalam seni damai, sebuah teknik hanya bisa manjur jika teknik itu selaras dengan prinsip-prinsip alam semesta. Prinsip-prinsip demikian harus dimengerti melalui pikiran, kesadaran yang murni. Hasrat-hasrat pementingan diri sendiri merintangi kemajuan, tetapi pikiran, yang tidak terpengaruh oleh hasrat untuk menang atau kalah, akan membebaskanmu. Pikiran menguatkan indramu dan membuatmu tetap berada di pusat. Pikiran adalah kunci menuju kekuatan ajaib dan kejernihan yang tertinggi.

90-
Pembawaan dan badan yang baik mencerminkan keadaan pikiran yang baik pula.

91-
Kunci menuju ke teknik yang lebih baik adalah menjaga agar kedua tangan, kedua kaki, dan pinggul lurus dan terpusat. Jika kamu berkonsentrasi, kamu bisa bergerak dengan bebas. Gunakan prinsip ini untuk menuntunmu dan menuntun dia ke arah yang kau inginkan. Jika lawanmu ingin menarik, biarkanlah ia menarik. Biarkan ia melakukan apapun yang ia inginkan, dan ia akan tidak sanggup mencengkram pada apapun untuk ia kendalikan.

92-
Pusat fisik adalah perutmu ; jika pikiranmu terletak disana juga, maka sudah pasti kamu akan meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.

93-
Bergeraklah seperti seberkas cahaya ;
Terbanglah bagaikan kilat,
Hantamlah bagikan guntur,
Berpusinglah dalam lingkaran-lingkaran seputar
Sebuah pusat yang mantap

94-
Teknik-teknik menggunakan empat kualitas yang mencerminkan sifat dunia kita. Bergantung kepada keadaan, kamu seharusnya : keras bagaikan berlian, lentur bagaikan pohon yang-liu, mengalir mulus bagaikan air, atau kosong bagaikan ruang.

95-
Jika lawanmu memukul dengan api, tangkis dengan api, jadilah sama sekali lentur dan mengalir bebas. Air, karena sifatnya, tidak pernah bertubrukan dan/atau pecah menghantam sesuatu. Sebaiknya, air itu menelan setiap serangan tanpa menyebabkan cedera.

96-
Berfungsilah dengan selaras bersama, kiri dan kanan melahirkan semua teknik. Tangan kiri memegang hidup dan mati ; tangan kanan mengendalikannya. Keempat anggota tubuh adalah keempat tiang langit, dan menyatakan keempat arah, yin dan yang, lahir dan batin.

97-
Manifestasikan Yang
Ditangan kananmu, Seimbangkan dengan
Yin di tangan kirimu,
Dan tuntun mitramu

98-
Teknik-teknik seni damai tidak cepat atau pun lambat, juga tidak di dalam ataupun di luar. Teknik-teknik itu melampaui waktu dan ruang.

99-
Menyembul keluar dari bumi yang besar ;
Mengalun bagaikan gelombang-gelombang besar ;
Berdiri bagaikan pohon, duduk bagaikan sebuah batu karang ;
Gunakan Dia untuk memukul semua.
Pelajari dan lupakan!

100-
Raga harus segi-tiga, pikiran bulat. Segi-tiga melambangkan timbulnya energi dan adalah postur fisik yang paling mantap. Bulat atau lingkaran melambangkan ketenangan dan kesempurnaan, sumber teknik-teknik tanpa batas. Segi-empat melambangkan kekokohan, dasar pengendalian yang diterapkan.

101-
Jagalah agar gerakan-gerakanmu melingkar. Bayangkan sebuah lingkaran dengan sebuah salib yang digambarkan melintasinya. Tempatkan dirimu di Pusat dan berdiri dengan yakin dalam sikap segi-tiga. Hubungan dirimu dengan Ki langit dan bumi, berpusatlah mengitari pintu depan, dan tuntun mitramu mengitari pusat itu.

102-
Kamu harus mampu mengukur jarak fisik, jarak waktu, jarak psikologis, dan jarak energi antara kamu dan mereka yang menentangmu.

103-
Seluruh kehidupan adalah sebuah lingkaran, tanpa akhir berputar, dan itulah titik pusat dari Seni Damai. Seni damai adalah sebuah bidang tanpa sambungan dan tanpa batas yang mencakup segala-galanya.

104-
Selalu mencoba berada dalam hubungan dengan langit dan bumi ; kemudian dunia akan muncul dalam keadaan sesungguhnya. Kesombongan akan kemampuan diri sendiri akan hilang, dan kamu bisa berbaur dengan setiap serangan.

105-
Dalam seni damai tidak ada kepicikan dan pikiran-pikiran yang mementingkan diri sendiri. Daripada dipikat oleh pikiran "menang atau kalah", carilah sifat sesungguhnya dari segala hal. Pikiran-pikiranmu harus mencerminkan kebesaran alam semesta, sebuah wilayah yang melampaui hidup dan mati. Jika pikiran-pikiranmu bermusuhan terhadap kosmos, pikiran-pikiran itu akan menghancurkan kamu dan mendatangkan malapetaka pada lingkungan.

106-
Jika hatimu cukup besar untuk menutup lawan-lawanmu, kamu bisa melihat melalui pikiran picik mereka dan menghindari serangan-serangan mereka. Dan begitu kamu membungkus mereka, kamu akan mampu menuntun mereka melalui sebuah jalan yang ditunjukkan kepadamu oleh langit dan bumi.

107-
Bebas dari kelemahan,
Tanpa berpikir jangan pedulikan
Serangan-serangan tajam
Musuh-musuhmu ;
Masuk dan bertindaklah!.

108-
Jangan memandang ke dunia ini dengan rasa takut dan muak. Keberanian menghadapi apa pun yang ditawarkan para dewa.

109-
Setiap hari dari kehidupan manusia berisi kegembiraan dan murka, rasa nyeri dan kenikmatan, gelap dan terang, pertumbuhan dan kehancuran. Setiap saat diperkaya dengan rancangan agung alam - jangan mencoba menyangkal atau menentang penataan dan urutan kosmis.

110-
Para pelindung dunia ini
Dan para penjaga jalan-jalan
Dari para dewata dan para buddha,
Teknik-teknik damai
Memungkinkan kita menyongsong setiap tantangan.

111-
Kehidupan ini sendiri selalu merupakan sebuah percobaan. Dalam pelatihan, kamu harus menguji dan memoles dirimu sendiri supaya bisa menghadapi tantangan besar kehidupan. Lewati wilayah hidup dan mati, dan kemudian kamu akan mampu berjalan lewat dengan tenang dan aman, mengatasi setiap krisis yang menghadangimu

112-
Hadapi setiap tantangan secara langsung. Apabila sebuah serangan datang secara langsung, gunakan prinsip "bulan tercermin dalam air". Bulan tampaknya hadir secara nyata, tetapi jika kamu memukul air, tidak ada apa-apa disana. Begitu juga, musuhmu harus tidak menemukan apa-apa yg padat untuk dipukul. Seperti sinar bulan, bungkus lawanmu, secara fisik dan spiritual, sampai tidak ada ruang pemisah diantara kalian.

113-
Serangan-serangan bisa datang dari arah mana saja - dari atas, dari tengah, dari bawah ; dari depan, dari belakang ; dari kiri, dari kanan. Jagalah agar kamu tetap terpusat dan kokoh tanpa bisa diguncang apapun.

114-
Bersyukurlah bahkan untuk kesulitan, kemunduran, dan orang-orang jahat. Menghadapi rintangan-rintangan demikian adalah bagian inti dari pelatihan dalam seni damai.

115-
Yang Dewata tidak pernah mempersalahkan manusia yang manapun sebagai sosok yang mutlak busuk. Yang Dewata menginginkan agar pembuat jahat menyadari kebodohan tindakan-tindakan mereka dari dalam batin ; kemudian mereka akan dengan gembira memperbaiki jalan-jalan mereka yang jahat. Berilah jiwa-jiwa sesat contoh yang baik, dan mereka akan menjadi sadar akan betapa ajaibnya kehidupan ini, dan dengan wajar bertobat.

116-
Kegagalan adalah kunci menuju keberhasilan ; Setiap kesalahan mengajarkan kita sesuatu.

117-
Dalam situasi-situasi yang ekstrim, seantero alam semesta menjadi musuh kita ; pada saat-saat kritis seperti itu, menyatunya pikiran dan teknik adalah penting jangan membiarkan hatimu menjadi gentar!

118-
Supaya bisa mempraktekkan Seni Damai, kita membutuhkan keberanian, sebuah keberanian yang berdiri diatas kebenaran, kebaikan dan keindahan. Keberanian memberi kita kekuatan dan membuat kita tegar. Keberanian adalah sebuah cermin yang mengungkapkan semua hal dan membuka kedok jahat.

119-

Pada saat Seorang Pejuang Menghadapi seorang Lawan Segala hal Menjadi terpusat.

120-
Bahkan kalau ditantang
Oleh seorang lawan, tetap waspada,
Karena kamu selalu dikelilingi
Oleh sepasukan musuh

122-
Jangan berharap
Untuk menghindari sebuah tusukan
Apabila tusukan itu tiba ;
Lucuti tusukan itu
Langsung dari sumbernya!

123-
Tak peduli betapa lengkap persenjataan lawanmu, kamu bisa menggunakan Seni Damai untuk melucutinya. Apabila seseorang datang dalam keadaan marah, hadapi dia dengan sebuah senyuman. Itulah jenis ilmu bela diri yang paling tinggi.

124-
Apabila seseorang melawan kamu, maka ada kemungkinan dan keuntungan yang sama bagi kedua pihak. Salami seorang lawan yang melangkah maju ; pamitlah dengan seorang awam yang mengundurkan diri. Pertahankan keseimbangan awal dan lawanmu tidak punya tempat untuk ia serang. Sesungguhnya, lawanmu sebenarnya bukan lawanmu karena kamu dan lawanmu menjadi satu. Inilah keindahan dari Tuhan.

125-
Seni damai adalah untuk memenuhi apa yang kurang.

126-
Kita harus siap menerima 99 persen dari serangan seorang musuh dan memandang maut tepat di wajahnya supaya bisa menerangi jalan. Tak peduli bagaimana parahnya sebuah situasi, masih mungkin membalikan keadaan untuk keuntunganmu.

127-
Dan teknik-teknik kita masuk sepenuhnya ke dalam, berpadu secara total dengan, dan dengan kokoh mengendalikan sebuah serangan. Kekuatan berada di mana Ki seseorang terpusat dan mantap ; kebingungan dan keculasan timbul apabila ki mandek.

128-
Ada dua jenis Ki : ki biasa dan ki sejati. Ki biasa kasar dan berat ; ki sejati ringan dan dapat melakukan apa saja. Supaya bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya, kamu harus membebaskan dirimu dari ki biasa dan meresapkan bagian-bagian tubuhmu dengan ki sejati. Itulah dasar teknik yang kuat. Ki biasa merupakan angin sepoi-sepoi yang berbisik-bisik diantara dedaunan, atau angin yang garang yang mengentak-entak dan mematahkan ranting dan dahan.

129-
Dalam seni damai kita tidak pernah menyerang. Sebuah serangan adalah bukti bahwa kita lepas kendali. Jangan pernah lari dari setiap jenis tantangan, tetapi jangan mencoba menekan atau mengendalikan seseorang lawan secara tidak wajar. Biarkan para penyerang datang dengan apa saja yang mereka inginkan dan kemudian berpadulah dengan mereka. Jangan pernah mengejar seorang lawan. Arahkan kembali setiap serangan dan dengan mantap berdiri di belakangnya.

130-
Melihat aku didepannya, sang musuh menyerang,
Tetapi pada waktu itu
Aku sudah berdiri
Dengan aman di belakangnya.

131-
Apabila diserang, satukan bagian atas, tengah, dan bawah tubuhmu. Masuk, berbaliklah, dan menyatulah dengan lawanmu, di depan dan di belakang, kiri dan kanan.

132-
Para pejuang purba menggunakan tiang dan pohon-pohon sebagai tameng, tetapi itu tidak bisa digunakan. Kamu juga tidak bisa berharap pada orang lain untuk melindungimu. Semangatmu adalah tamengmu yang sesungguhnya.

133-
Jangan menatap ke dalam mata lawanmu ; kemungkinan ia akan mempesonamu. Jangan tatapkan pandanganmu pada pedangnya ; kemungkinan ia akan mengintimidasi kamu. Jangan memfokus kepada lawanmu sama sekali ; ia kemungkinan akan menyerap energimu. Inti pelatihan adalah membawa lawanmu secara total ke dalam bidangmu. Kemudian kamu bisa berdiri tepat dimana kamu suka.

134-
Bahkan manusia paling kuat pun punya bidang persediaan kekuatan yang terbatas. Tarik dia ke luar bidang itu ke dalam bidangmu sendiri, dan kekuatannya akan sirna.

135-
Kiri dan kanan
Hindari semua
Tangkap pikiran lawanmu
Dan hamburkan semua!

136-
Seni damai yang sesungguhnya bukanlah untuk mengorbankan seorang pejuang tunggal untuk mengalahkan seorang musuh. Kalahkan musuh-musuhmu dengan selalu menjaga agar dirimu berada dalam posisi yang aman dan tidak dapat diganggu-gugat ; kemudian tidak akan ada yang menderita kekalahan. Jalan seorang pejuang, seni politik, adalah untuk menghentikan masalah sebelum masalah itu dimulai. Ini terdiri atas mengalahkan lawan-lawanmu secara spiritual dengan membuat mereka menyadari kebodohan tindakan-tindakan mereka, jalan seorang pejuang adalah menegakkan keselarasan.

137-
Kuasai teknik-teknik hebat
Dari Seni Damai,
Dan tidak akan ada musuh
Yang akan berani
Menantangmu

138-
Dalam pelatihanmu, janganlah tergesa-gesa, karena makan waktu sedikitnya sepuluh tahun untuk menguasai dasar-dasar dan maju ke tingkat pertama. Jangan pernah berpikir tentang dirimu sendiri sebagai serba tahu, empu yang sempurna, kamu harus melanjutkan pelatihanmu setiap hari dengan teman-temanmu dan para murid dan maju bersama dalam Seni Damai.

139-
Kemajuan datang
Kepada mereka yang
Berlatih dan berlatih
Mengandalkan teknik-teknik rahasia
Tidak akan membawa hasil apa-apa.

140-
Berkutat dengan teknik
Ini dan teknik itu
Tidak ada gunanya
Bertindak saja secara tegas dan pasti
Tanpa Pamrih !.

141-
Belajar bagaimana
Melihat dan mengerti irama
Sabetan dan tusukan
Tetaplah mengandalkan dasar-dasar
Yang rahasia ada di permukaan

142-
Jika kamu mengerti bentuk sesungguhnya dari langit dan bumi, kamu akan dicerahkan dalam bentuk sendiri yang benar. Jika kamu dicerahkan mengenai suatu prinsip tertentu, kamu bisa mempraktekannya. Setelah setiap penerapan yang praktis, renungkan usaha-usahamu. Lanjutkan memajukan dirimu seperti itu.

143-
Inti dari Seni Damai adalah : Kemenangan Sejati adalah Kemenangan Diri Sendiri ; Hari Kemenangan Yang Cepat ! "Kemenangan Sejati" berarti keberanian yang tidak bergeming ; "Kemenangan Diri Sendiri" melambangkan upaya yang tidak pernah surut ; dan "Hari Kemenangan Cepat" melambangkan saat yang mulia dari kemenangan pada saat itu dan sekarang. Seni Damai adalah serangkaian bentuk yang bebas, jadi dengan segera tanggap terhadap setiap kemungkinan dan kebetulan, yang dengan demikian memastikan kemenangan sejati kita. Andalkan Kemenangan Sejati adalah Kemenangan Diri Sendiri, Hari Kemenangan Cepat dan kamu akan mampu mengintegrasikan faktor-faktor batin dan lahir dari kehidupan, membersihkan jalanmu dari rintangan-rintangan, dan membersihkan indra-indramu.

144-
Kemenangan atas diri sendiri adalah tujuan utama dari pelatihan kita, Kita memfokus kepada roh dan semangat dan tidak pada bentuk, inti dan bukan kulit.

145-
Buang pikiran-pikiran yang membatasi dan kembalilah ke kekosongan sejati. Berdirilah di tengah kekosongan yang besar. Itulah rahasia jalan dari seorang Pejuang.

146-
Supaya dapat menerapkan Seni Damai, kamu harus mampu bergerak dengan bebas dalam wilayah-wilayah nyata, tersembunyi, dan dewata.

147-
Jika kamu mengerti
Seni Damai,
jalan sulit ini,
Sebagaimana adanya,
Membungkus lingkaran langit.

148-
Teknik-teknik jalan damai berubah terus-menerus ; setiap pertemuan adalah unik, dan tanggapan yang layak harus muncul secara wajar. Teknik-teknik hari ini akan berbeda esok hari. Jangan tertangkap dengan bentuk dan penampilan dari sebuah tantangan. Seni Damai tidak punya bentuk - inilah sebuah studi dari roh.

149-
Akhirnya, kamu harus melupakan teknik. Semakin kamu maju, semakin sedikit ajaran yang ada. Jalan Agung sesungguhnya adalah Tidak ada jalan.

150-
Dugalah inti dari Seni Damai dan usia menghilang. Kamu hanya merasa tua apabila kamu kehilangan jalanmu dan menyimpang dari jalan.

151-
Seni Damai adalah sebuah bentuk dari doa yang menimbulkan cahaya dan panas. Lupakan dirimu sendiri yang kecil, lepaskan dirimu dari benda-benda, dan kamu akan memancarkan cahaya dan kehangatan. Cahaya adalah kebijakan, kehangatan adalah welas asih.

152-
Kita tidak bisa lebih lama mengandalkan ajaran-ajaran eksternal dari Buddha, Kong Hu Cu, ataupun Kristus. Era agama teroganisir yang mengendalikan setiap aspek kehidupan sudah usai. Tidak ada satupun agama memiliki semua jawaban. Pembangunan tempat pemujaan dan bangunan-bangunan kuil tidaklah mencukupi. Jadikan dirimu citra seorang buddha hidup. Kita semua harus mengejawantah menjadi insan welas asih atau para buddha yang menang.

153-
Andalkan Damai
Untuk mengaktifkan
Kekuatanmu yang berlapis-lapis
Tenangkan lingkunganmu
Dan ciptakan dunia yang indah.

154-
Dewata bukanlah sesuatu yang berada tinggi diatas kita. Adanya di langit, adanya di bumi, adanya didalam diri kita.

155-
Satukan dirimu dengan kosmos, dan pikiran melebihi akan menghilang. Merasa melebihi adalah bagian dari dunia yang busuk. Apabila semua sisa-sisa perasaan melebihi menghilang, orang yang sesungguhnya - sosok dewata - menjadi nyata. Kosongkan dirimu dan biarkan yang dewata berfungsi.

156-
Kamu tidak bisa menyentuh yang dewata dengan indramu yang kasar. Yang dewata ada didalam dirimu, bukan di tempat lain. Satukan dirimu sendiri dengan yang dewata, dan kamu akan bisa melihat dan mengerti para dewa dimanapun kamu berada, tetapi jangan coba memahami atau menempel pada mereka.

157-
Yang dewata tidak suka dikungkung dalam sebuah bangunan, yang dewata suka berada di tempat terbuka. Tepat disinilah di dalam raga ini. Masing-masing kita adalah sebuah alam semesta dalam ukuran miniatur, sebuah tempat pemujaan yang hidup.

158-
Apabila kamu mengangguk dalam-dalam kepada alam semesta, maka alam semesta akan mengangguk kembali kepadamu ; apabila kamu menyerukan nama Allah, maka seruan itu berkumandang di dalam dirimu.

159-
Seni damai adalah agama yang bukan merupakan agama ; Seni damai menyempurnakan dan melengkapi semua agama.

160-
Jalan luar biasa luasnya. Dari zaman purba sampai ke masa kini, bahkan para cendekiawan terbesar tidak mampu melihat dan memahami seluruh kebenaran ; keterangan dan ajaran para empu dan orang saleh mengungkapkan hanya sebagian dari seluruhnya. Tidaklah mungkin bagi siapa saja untuk berbicara mengenai hal-hal seperti itu dalam keseluruhannya. Menuju saja ke arah cahaya dan panas, belajar dari para dewa, dan melalui bakti kepada Seni Damai, jadilah satu dengan yang dewata.

161-
Penyatuan raga dan roh melalui seni damai adalah keadaan yang tinggi, begitu tinggi dan menyenangkan sehingga membawa air mata sukacita ke matamu.

Laporan Yayasan Indonesia Aikikai - 2017

01/ Laporan Badan Pengurus YIA Periode 2001-2017 Tanggal 5Juni2017
02/ Tanggapan ketua badan  pembina YIA tanggal 18 Juni 2017
Klik Disini

Waka Sensei Menurut Mr. Imam Kurnain

Waka Sensei Menurut Mr. Imam Kurnain
Sambil mengamati embukai yang diperagakan oleh waka-sensei [di Yogyakarta, tanggal 7 Oktober 2013 lalu], saya duduk bersebelahan dengan Mr. Imam Kurnain, yang juga adalah Badan Pendiri Yayasan Indonesia Aikikai [pada tahun 1983]. Sambil mengamati, saya mengomentari embukai tersebut dengan mengatakan “dialah nanti yang akan meneruskan jabatan Doshu atau ketua Aikido Dunia”.  Mr. Imam Kurnain berkomentar, dia tidak bisa disebut meneruskan sebagai Doshu, karena dalam dalam dirinya [Waka Sensei] adalah pewaris ajaran seni bela diri Aikido, karena itu merupakan trandisi turun temurun dalam budaya Jepang [seni-bela diri Aikido]. Waka sensei menurutnya bukan penerus [belaka] melainkan pewaris karena urutan keturunan, maka ia mewarisi nama atau saya sebut marga Ueshiba, sebagaimana urutan berikut :
1. Morihei Ueshiba [almarhum]
2. Kishormaru Ueshiba [almarhum]
3. Moriteru Ueshiba [Doshu Aikido saat ini]
4. Waka Sensei [putera dari Moriteru Ueshiba]
Saya sendiri-pun sependapat dengan Mr. Imam Kurnain, karena kata ‘meneruskan’ artinya orang itu boleh stop untuk meneruskan kepengurusan atau sebuah jabatan, misalkan meneruskan urusan sebuah management karena pergantian kepemimpinan, atau jangka waktu kepengurusan berakhir, sehingga harus dialihkan kepada orang lain yang baru. Berbeda dengan penegasan pewaris Aikido [sebagaimana diterangkan oleh Mr. Imam Kurnain], pewaris ini tidak mungkin digantikan bahkan karena kedudukan pewaris ini, ia [waka sensei] boleh menggunakan nama Ueshiba yang tidak mungkin dialihkan kepada orang lain, selain kepada keturunannya langsung.

Catatan dibuat sesuai pembicaraan pembicaraan dengan salah satu Badan Pendiri Yayasan Indonesia Aikikai [1983]
Mr. Imam Kurnain pada 7 Oktober 2013



Sebutan Aikidoka | Aikidowan


Mr. Manshur Idham [salah satu Badan Pendiri YIA] menjelaskan, karena Aikido bukan bela diri yang dipertandingkan, tapi merupakan sebuah seni bela diri murni mempertahankan kedamaian, cinta kasih terhadap sesama manusia, maka setiap peserta aikido lebih tepat disebut dengan Aikidowan [namun sebutan aikidoka mungkin lebih populer digunakan pada saat ini].

Lambang / logo Yayasan Indonesia Aikikai

Sesuai keterangan Mr. Imam Kurnain dan Mr. Gundanu [Yogyakarta - 6 Oktober 2013], lambang/logo Indonesia Aikikai sepenuhnya mencontoh kepada International Aikido Federation [IAF] di Jepang. Logo Indonesia Aikikai, bukanlah hasil ciptaan atau buatan tangan orang Indonesia, tetapi sepenuhnya logo tersebut melihat kepada IAF. Selanjutnya logo / lambang tersebut diubah dengan menggunakan warna merah putih, karena bendera Indonesia yang berwarna merah-putih. Setelah terdapat perubahan warna, maka logo tersebut akan memiliki makna sebuah organisasi Perguruan [Aikikai] Aikido yang berafiliasi kepada Hombu Dojo di Indonesia. Perbedaan lambang IAF dan logo YIA yaitu adanya warna biru-muda, dimana YIA menggunakan warna merah-putih. Mengapa saat itu kita mencontoh logo IAF, karena sepenuhnya YIA akan berafiliasi kepada Hombu Dojo Cq IAF. Mr. Manshur Idham juga menjelaskan bahwa pada saat itu yang meneliti dan mencari logo untuk YIA dilakukan oleh Mr. Gunawan Danurahardja.









Opini RGS : kami berpendapat bahwa logo ini-pun tidak bisa di-claim atau dinyatakan sebagai logo hasil karya cipta perorangan, bahkan logo tersebut tidak bisa didaftarkan untuk diterbitkan sertifikat hak atas merk, karena hampir semua negara-negara penyelenggara kegiatan aikido, yang terafiliasi kepada International Aikikai Foundation, juga menggunakan bentuk logo tersebut dengan perubahan warna disana-sini, sesuai kebutuhan organisasi mereka
[atau gambar logo tersebut bisa disebut sudah milik umum].

Aikikai | rgs-aikikai | rgs-aikido-dojo



Kata Aikikai mengartikan sebuah sekolah atau perguruan seni bela diri Aikido, yang berpusat di Tokyo Jepang, dikenal dengan nama Aikikai Foundation. Perguruan ini dipimpin oleh seorang Doshu [atau pemimpin Aikido dunia] yang juga sekaligus merupakan pewaris dari pencipta Aikido, yang saat ini telah menempuh 2 [dua] pewaris yaitu :
O-Sensei [Morihei Ueshiba] : Bapak Pencipta atau penggubah Aikido
Kishomaru Ueshiba
Moriteru Ueshiba : Doshu atau pemimpin Aikido saat ini
Apabila kami pada halaman ini menggunakan kata rgs-aikikai maka maksudnya adalah sebuah tempat pendidikan seni-bela diri aikido yang berafiliasi kepada International Aikikai Foundation [atau Hombu Dojo]. Di Indonesia kami [rgs-aikido-dojo] berafiliasi atau menginduk kepada organisasi nasional yang bernama Yayasan Indonesia Aikikai. Sedang makna rgs-aikido-dojo hanyalah sebuah penegasan nama sebuah tempat berlatih Aikido, sebagai pembeda dengan tempat berlatih seni-bela diri lain yang juga berasal dari Jepang. 
RGS itu sendiri memiliki makna kami sendiri [Robaga Gautama Simanjuntak], selaku orang yang mendirikan / merintis RGS-Aikido-Dojo, dimana kami juga telah mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan seni bela diri Aikido, menyukai kegiatan dan secara terus menerus berlatih aikido, mengikuti kegiatan pelatihan seni bela diri aikido semata-mata sebagai salah satu alternatif pilihan berolah-raga, selain mempelajari makna / filosofi aikido itu sendiri yang sangat indah dan bagus diterapkan bagi kami, sebagai orang yang dalam kesehariannya menjalani profesi Advokat.

Budo dalam Aikido


Budo pada awal sejarahnya berawal dari adanya sebuah pertempuran, untuk pertama kalinya berkaitan dengan pertanyaan praktis, bagaimana persiapan fisik dan psikologis untuk menghadapi sebuah konflik atau pertempuran, dan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi pertempuran, bagaimana seseorang dapat memenangkan pertarungan atau pertempuran? Bagaimana seseorang harus melindungi dirinya, keluarganya, klan atau negaranya selama ia diserang musuh [atau selama ia menghadapi serangan dari luar]. Diantara berbagai pertanyaan ini, ada sebuah hal yang mungkin tak bisa dihindari yaitu kematian dan kehidupan. Permasalahan ini penting untuk dibahas dan diperhatikan dalam sudut pandang emosional dan spiritual, sebagai sebuah hal yang diperhatikan dalam Budo melalui latihan-latihan yang dilakukannya ; pertempuran secara nyata dipercaya bahwa hal tersebut hanya dianggap sebagai pelatihan secara materiel. Saat ini banyak pandangan mengenai beberapa bentuk Budo, namun perlu dipertimbangkan, sebuah pertanyaan apakah kita dapat benar-benar mempelajari Budo tanpa perjuangan? Apakah ada seni-bela diri yang menghadapi konflik tanpa menempuh [melewati] sebuah pertarungan?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus memiliki pandangan lebih dari sekedar perang dan kekerasan, dari latar belakang histori Budo itu sendiri. Peranan yang dilakukan oleh agama dan seni dalam pengembangan Budo adalah sangat penting. Berdasarkan fakta, bahwa pelatihan Zen, semakin sering dijadikan metode bagi para prajurit untuk mengidentifikasi masalah ketakutan dan kematian, hal ini menunjukan bahwa jawaban terhadap masalah  

Fakta bahwa pelatihan Zen sering menjadi metode untuk prajurit untuk mendekati masalah dari ketakutan akan kematian, menunjukkan bahwa jawaban atas masalah yang diluar kekuasaan / kekuatan manusia, bisa diperoleh dari tempat lain [dari kekuasaan lain] selain di medan peperangan. Pelatihan jenis ini sesungguhnya tidak tergantung dengan keharusan adanya sebuah pertempuran, dan tidak terbatas berlaku hanya kepada prajurit saja. Pencipta Aikido memperoleh pengalaman yang luar biasa diluar kekuasaan manusia [transenden] ketika ia di Manchuria, yang merupakan perpaduan dari latar belakang pelatihan seni bela dirinya dan agamanya Shinto. Ada berbagai banyak contoh dari pengalaman orang walau mereka terlibat dalam disiplin spiritual dan yang bersifat seni [artistik], mengalami pengalaman peristiwa diluar kemampuan manusia seperti kematian dan kehidupan. Perang dan kekerasan merupakan hal yang tak diragukan dalam hal memperoleh pengalaman kematian dan kehidupan, namun perlu difahami bahwa ini bukanlah sebuah kondisi dimana seseorang akan mengalami pencerahan terhadap pemahaman kehidupan dan kematian.

Seseorang yang mempelajari Budo harus pula mengingat, bahwa sebuah kreativitas dapat pula menyebabkan kehancuran pembangunan. Kita harus memahami dengan jelas mengenai apa yang kita lakkukan, harus serius, dan harus bersikap dan berfikir positif pada saat [momentum] yang sama. Selain, kita harus terus menjaga seni-bela diri kita secara wajar dan efektif, kita juga harus mencoba melihat dari sudut pandang sosial yang lebih kreatif dari sudut pandang latihan kita sendiri. Setiap orang pada hakekatnya memiliki alasan tersendiri untuk mempelajari seni bela diri. Beberapa orang mungkin hanya ingin melatih seni membela diri, sedang yang lain tertarik untuk mengembangkan rasa percaya diri mereka sehingga dapat menikmati pengalaman hidup yang lebih luas. Seorang pengajar memiliki cara sosial dengan menarik siswanya dalam suasana kekeluargaan, maksudnya, agar dapat memulai pelatihan Budo dapat diterima. Walaupun mereka [siswa] tidak menerima tujuan dari sebuah pelatihan, namun pada momen tertentu seorang siswa pada akhirnya harus berurusan dengan permasalahan tentang hal diluar kekuatan manusia [mis. kehidupan dan kematian], karena dalam beberapa fakta kematian dan kehidupan harus dihadapi, yang jika kita melakukan ini artinya kita berlatih Budo.
Artikel sederhana, diperoleh dari beberapa sumber di internet
Robaga Gautama Simanjuntak - RGS Dojo - 28 April 2013



-->